Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013

love in diary epesode 3



“kamu ngapain bantuin aku?” kata Yumi sambil mengecat
“ kamu ini bodoh,  bukannya aku yang membuat kamu dihukum seperti ini” kata Hideki
“kamu itu orang yang sifatnya susah ditebak, baru pertama kali aku ketemu orang kaya kamu” kata Yumi
“aku juga baru pertama kali melihatmu, orang aneh” kata Hideki
“ish…. Aku lupa kalau aku sudah bersumpah tidak akan ngobrol dengan dia” katanya dalam hatinya
Tak terasa mereka selesai mengecat, mereka pun memasang papan tulis, jam dinding dan madding, Yumi pun menarik nafas lega, kehadiran Hideki sangat membantunya, jam merah ditangannya sudah menunjukan angka 5.20
“huft… capeknya… gimana kalau sekarang aku traktir kamu minum?” kata Yumi memutuskan menraktir Hideki sebagai tanda terima kasihnya

Kamis, 16 Mei 2013

love in diary (epesode 2)



Episode 2
 Mika terkejut melihat Yumi sedang mengintipnya, Yumi pun takut bukan main, dia tidak tau harus berbuat apa, kakinya pun seperti membeku, tertahan dengan sesuatu yang berat, Miko pun berjalan keluar menghampiri Yumi, Yumi panik sekali, ingin rasanya dia langsung kabur, tapi entah kenapa kakinya seperti ada yang menahannya, dia pun hanya bisa pasrah menunduk, terdengar hentakan kaki mendekatinya, terlihatlah sepatu Miko, perlahan, Yumi pun menegakkan kepala, melihatdari bawah sampai sorotan mata Miko, mereka pun bertemu pandang Yumi pun  tak tau harus berbuat apa

Sabtu, 11 Mei 2013

LOVE IN DIARY (EPESODE 1)

Love in diary


12 – oktober- 2012

Episode 1

12 – oktober- 2012
Di taman, bel istirahat
Hai diary… tau gak, hari ini aku seneng banget, pujaan hatiku tuh, tau kan? Itu tuh, Miko, tadi aku tubrukan sama dia di kantin, atau apa mungkin, dia punya rasa yang sama padaku? Dia sengaja nabrak aku karna dia juga suka sama aku? Ah…. GR BGT! Gak mungkin! Aku ini ngehayal aja ya diary….
            Diary.. Andai saja aku dapat melihat apa yang terjadi jika dia tau aku mencintainya, apakah dia punya rasa yang sama? Apakah dia akan bersikap seperti biasa? Atau bahkan dia akan menjauhiku? Hanya ada 3 pilihan itu yang selalu aku pikirkan, ingin rasanya dia mengetahui rasa ini, tapi jika dia malah menjauhiku atau dia bersikap seperti biasa gimana?, aku akan merasakan malu luar biasa jika itu terjadi.
            Ingin rasanya dia tau perasaan ini, khayalanku mulai menjulang tinggi, menghayalkan dia mendekatiku saat dia tau perasaan ini, menghayalkan dia mempunyai perasaan yang sama saat dia tau perasaan ini. tapi, jika bertolak belakang? Ah….  Aku tidak mau menerima resiko sebesar itu, lebih baik aku pendam sendiri rasa ini, menurutmu gimana diary?
Yumi

Selasa, 25 Desember 2012

Dibalik awan hitam



            Putih sekali, bersih tanpa secuil noda, bentuknya pun bervariasi, aku tak bosan-bosan melihatnya karna setiap jam selalu berubah bentuk,selama aku melihatnya, aku tak pernah melihat bentuk yang sama, bervariasi juga perasaan yang selalu aku rasakan, perasaan senang, sedih, marah bahkan perasaan bercampur sekali pun, namun aku selalu melihatmu untuk menenangkan hatiku, lewat kamarku, penglihatan ku menembus sampainya, walauku tau jaraknya sangat jauh, namun terasa dekat dilihat, AWAN KU

mata... ~cerpen


            “Semua ini salahku! Mengapa nasib ini harus terjaadi padaku? Apa salah orang tuaku?  Aku tidak tega melihatnya!” Itulah yang selalu aku pikirkan setiap aku melihat ibuku, ibuku adalah ibu terbaik sepanjang masa, tapi karna ku ibu menjadi seperti ini, aku melihat ke cermin, aku melihat mataku, setiap aku melihat mataku, aku selalu sangat merasa bersalah pada ibuku, aku selalu berkata pada ibuku, “kenapa ibu rela melakukan ini untukku?” namun ibu selalu berkata “ini semua sudah terjadi” aku pun menjawab “mata ini punya ibu, bukan punyaku” kataku “ibuku pun menjawab “ibu ikhlas memberinya” aku pun berkata “aku mau memberikan mata ini lagi pada ibu” ibuku mengulang kata-kata itu lagi “ibu ikhlas memberinya” aku pun menagis

Senin, 24 Desember 2012

belajar itu lebih asik ~ cerpen



            Jari-jariku bergerak cepat memegang remout PS ku, mataku konsen pada mobil yang aku  mainkan di layar PSku, aku bermain balap mobil di PS, itulah sebiasaanku, setelah pulang sekolah aku langsung menyalakan PSku bahkan PR pun jarang ku kerjakan, aku pernah di pukul  ayahku, namun aku tak pernah kapok
“Rasya! Cepet kebawah makanan udah siap!” kata ibuku
“iya bu…” kataku